Kamis, 07 Mei 2015

Being Global Leader In Islamic Finance


Resume Materi Kuliah Umum dengan Tema Being Global Leader In Islamic Finance
dengan Speaker Bapak Ronald Rulindo Ph.D yang dilaksanakan pada tanggal 4 mei 2015

Pengertian Keuangan Syariah
Keuangan syariah adalah memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang keuangan dengan prinsip jual beli dan bagi hasil.

Perbedaan Keuangan Syariah dan Keuangan Konvensional
1.    Bank konvensional menerapkan sistem pinjam-meminjam dengan menggunakan sistem bunga yang merupakan tambahan atas pinjaman,  di mana tambahan ini atau bunga diharamkan dalam syariah Islam. Sementara Bank syariah tidak menerapkan sistem pinjam-meminjam, melainkan sistem kerjasama atau jual beli. 
2.    Kredit konvensional prinsipnya meminjamkan uang kepada nasabah untuk membeli suatu barang, di mana uang tersebut dikenakan bunga kemudian pengembaliannya dicicil sampai lunas.  Sementara kredit syariah, perusahaan kredit membeli barang kemudian menambahkan marjin keuntungannya, setelah itu dihitiung cicilannya tetap sampai lunas (murabahah) . 

Sejarah Perbankan Syariah  
Sejarah awal mula perbankan syariah pertama sekali dilakukan adalah di negara Pakistan dan Malaysia sekitar tahun 19-an, dan kemudian di negara Mesir. Perbankan syariah di negara Mesir tanpa menggunakan embel-embel Islam karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini adalah Ahmad El Najjar, mengambil sebuah bentuk bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Myt, Myt Ghamr Bank pada tahun 1963 didirikan di Mesir.
Perkembangan selanjutnya adalah berdirinya Islamic Development Bank (IDB), yang bediri atas prakasa dari sidang menteri luar negeri negara-negara OKI (organisasi Konfrensi Islam) di Pakistan (1970), Libiya (1973), dan Jeddah (1975). Bank Islam pertama yang bersifat swasta adalah Dubai Islamic Bank, yang didirikan tahun 1975 oleh sekelompok usahawan muslim dari berbagai Negara. Pada tahun 1977, berdiri 2 (dua) bank Islam dengan nama Faysal Islamic Bank di Mesir dan Sudan, dan pada tahun itu pula pemerintah Kuwait mendirikan Kuwait Finance House yang beroperasi tanpa bunga.

Perbedaan Antara Bunga Dan Bagi Hasil
1.      Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung : Penentuan besarnya rasio bagi hasil dibuat saat akad dengan pedoman pada kemungkinan untung & rugi.
2.      Besarnya persentase untung berdasarkan modal yang dipinjamkan :  
Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan jumlah untung yang diperoleh.
3.      Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan lainnya :
Bagi hasil bergantung pada keuntungan atau kerugian proyek yang dijalankan
4.      Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat walaupun jumlah keuntungan berlipat : Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
5.      Eksistensi bunga diragukan : Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil

Penerima Penghargaan Global Islamic Finance Leadership
Presiden Republik Kazakhstan Nursultan Nazarbayev dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menerima penghargaan Global Islamic Finance Leadership Awards 2014 di ajang Global Islamic Finance Awards 2014 (GIFA) yang diselenggarakan oleh Edbiz Consulting.
Penghargaan Global Islamic Finance Leadership Awards diberikan kepada Malaysia karena peran besarnya dalam mempromosikan dan mengembangkan perbankan dan keuangan Islam secara global.
Selain itu mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdullah Badawi, Sultan Perak Darul Ridzuan, Sultan Nazrin Shah dan mantan Perdana Menteri Pakistan Shaukat Aziz juga pernahmenerima penghargaan Global Islamic Finance Leadership.

How To Being Global Leader in Islamic Finance?
1.      Luruskan niat
2.      Memperluas wawasan
3.      Menambah ilmu pengetahuan
4.      Bangunlah visi
By DC 

Selasa, 21 April 2015

Tugas 2 - Adverb VS Adjective and Degrees of Comparison


Adverb VS Adjective
1.             Adverb
1.1         Pengertian Adverb
               Adverb (kata keterangan) adalah kata yang berfungsi menerangkan kata kerja (verb), kata sifat (adjective), atau kata keterangan lainnya.
1.2         Penggunaan Adverb
Adverbs digunakan untuk memberikan informasi mengenai verb (kata kerja) yang digunakan dalam suatu kalimat yaitu dengan menjelaskan bagaimana, kapan, atau dimana aksi (yang dijelaskan oleh kata kerja terkait) tersebut dilakukan. Adverbs juga dapat digunakan dalam bentuk-bentuk lainnya:
1)      Untuk memodifikasi atau menjelaskan adjectives.
Contoh:
I'm terribly tired (saya sangat letih). Dalam contoh ini, adjective adalah "tired" yang kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh adverb "terribly".
Secara singkat, "letih" (yang merupakan adjective) menjelaskan "saya" (yang merupakan noun) dan kemudian "sangat" menjelaskan seberapa "letih" orang tersebut.
2)      Untuk memodifikasi adverb lainnya dalam kalimat terkait.
Contoh:
He ran terribly quickly. Dalam contoh ini, quickly adalah adverb yang menjelaskan kata kerja "ran". Kemudian adverb "quickly" tersebut dijelaskan lebih lanjut dengan menggunakan adverb "terribly".
3)      Untuk memodifikasi keseluruhan kalimat.
Contoh:
Actually, I can't come to your place. Dalam contoh ini, adverb "actually" menjelaskan keseluruhan arti dari kalimat "I can't come to your place."
4)      Untuk memodifikasi kalimat preposition.
Contoh:
He's completely out of his mind. Dalam contoh ini, adverb "completely" menjelaskan fragment kalimat preposition "out of his mind".

2.             Adjective
2.1         Pengertian Adjective
Adjective adalah kata yang merupakan salah satu bagian dari part of speech yang berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda) termasuk Pronoun (kata ganti benda/orang). Adjective biasanya mendahului kata benda atau kata ganti yang diberi sifat atau bisa juga berdiri sendiri jika menjadi objek sebuah kalimat nomimal. http://inggrisonline.com/pengertian-jenis-dan-contoh-kalimat-adjective/

2.2         Penggunaan Adjective
Adjectives digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan sesuatu.
 Adjectives dapat digunakan dalam 2 bentuk:
1)      Sebelum nouns. Contoh: a beautiful song, a tired face, a typical student.
2)      Sebagai bagian komplementari dari sebuah kalimat; setelah is, seems, dan beberapa verb lainnya. Contoh: She's beautiful, she looks tired, his remarks is typical of him.
http://apasiihbahasainggris.blogspot.com/2013/08/penggunaan-adjective-kata-sifat-dan.html

3.             Perbedaan Adverb dan Adjective
Perbedaan pertama adalah kalau Adjective (kata sifat) memberikan informasi tentang kata benda. Seperti pada contoh kalimat disamping : She is an excellent dancer. Sedangkan Adverb (kata keterangan) merubah kata kerja, yakni kata keterangan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan. Seperti pada contoh kalimat ini : She learns quickly.
Perbedaan yang kedua adalah Adjective bisa ditempatkan sebelum kata benda. Seperti pada contoh kalimat ini : This is a beautiful bird. Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (bulat, persegi), warna (kuning, hijau), kebangsaan (Cina, Polandia), dan opini (baik, buruk). Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak). Contoh kalimat dalam bentuk tunggal : She has a cute puppy. Contoh kalimat dalam bentuk jammak : She has three cute puppies. Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies). Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dan taste. Contoh:  You look wonderful!
Sedangkan Adverb sering dibentuk dengan menambahkan -ly di belakang adjective. Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-y”ganti “-y” dengan “-i” dan tambahkan “-ly“. Contoh: dari kata “easy” (adjective) menjadi “easily” (adverb). Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-le” ganti “-le” dengan “-ly“. Contoh:  simple (adjective) menjadi simply (adverb)



Degrees of Comparison
Degrees of Comparison are used when we compare one person or one thing with another. 
There are three Degrees of Comparison :
1.    Positive degree
When we speak about only one person or thing, We use the Positive degree. 
Examples: 
1) He is a tall student. 
2)   This flower is beautiful. 
3)   He is an intelligent boy. 
4)   This House is big.
5)   He is handsome boy. 
Each sentence mentioned above talks about only one noun. 
        2.      Comparative degree
              When we compare two persons or two things with each other.
             Examples: 
1)      He is taller than Mr. Hulas.
2)      This flower is more beautiful than that.
3)      He is more intelligent than this boy.
4)      This house is bigger than that one.
5)      He is more handsome than this boy.
      3.      Superlative degree
            When we compare more than two persons or things with one another.
             Examples:
1)      He is the tallest student in this class.
2)      This flower is the most beautiful one in this garden.
3)      He is the most intelligent in this class.
4)      This is the biggest house in this street.
5)      He is the most handsome in this class.

Rabu, 25 Maret 2015

Tugas 1 - Conditional Sentence

Conditional Sentence Type 1 (Open Condition)
In a Type 1 conditional sentence, the tense in the 'if' clause is the simple present, and the
tense in the main clause is the simple future.

FUNCTION
The type 1 conditional refers to a possible condition and its probable result. These sentences
are based on facts, and they are used to make statements about the real world, and about
particular situations. We often use such sentences to give warnings. In type 1 conditional
sentences, the time is thepresent or future and the situation is real.

Pola Conditionals Type 1 (Open Condition)
MAIN CLAUSE
(Principal clause)
INDUK KALIMAT
If
DEPENDENT CLAUSE
(Conditional clause)
ANAK KALIMAT
Present Futere Tense
If
Present Tense

Example:
1.    I will come to your house if I have enough time
2.    Father will be happy if I finish the work before lunch
3.    Susi will wash the dishes if she feels well
4.    Andi will leave the room if the teacher doesn't come.
5.    They will go to Borobudur temple if the planning runs well.
6.    She will live with me if I am a rich man.
7.    The street rider will make a convoy if they get a letter permission.

The pattern of type 1 can be written in a way to put the word "if" at the beginning of  the sentence (which is then separated separated by "comma")
IF
DEPENDENT CLAUSE
MAIN CLAUSE
IF
PRESENT TENSE
PRESENT FUTERE TENSE
If
We have enough money
We will build a home

Example:
1.      If he bears the news, he will be shocked
2.      If she is not careful with the fire, she will burn her finger
3.      If he doesn’t like the cake, he will not eat it
4.      If you don’t water the plants, they will die.
5.      If I live in Liverpool, I will visit Anfield Stadium. (I probably will visit or not)
6.      If she has much money, she will buy a new car for her father. (She will buy or not)


Contionals Sentence Type II (Improbable/Imaginary Condition)
In a Type 2 conditional sentence, the tense in the 'if' clause is the simple past, and the tense in the main clause is the present conditional or the present continuous conditional.


FUNCTION
The type 2 conditional refers to an unlikely or hypothetical condition and its probable result. These sentences are not based on the actual situation. In type 2 conditional sentences, the time is now or any time and the situation is hypothetical.

Conditional pattern type II - A
MAIN CLAUSE (Principal clause) INDUK KALIMAT
IF
DEPENDENT CLAUSE (Condition Clause )
ANAK KALIMAT
Past Future Tense
IF
Past Tense

Example :
1.     She would pass test, if she studied hard
2.     He would help the poor if he were a millionare.
3.     He would support me, if I bad a match.
4.     We would study abroad if we passed the final test.

Pola II – B
Pola  conditional type II-B
IF
DEPENDENT CLAUSE
MAIN CLAUSE
IF
Subyek
Were
-
Subyek
Would/should
IF
Plural
( you, we, and they)
Were
5 years older
( you, we, and they)
Would be needed here
IF
Singular
(I, He, She, It)
Were
5 years older
(I, He, She, It)
Would be needed here

Example:
If I were you, I would marry her

Selain itu, dalam type 2, kata IF bisa dihilangkan, caranya dengan menghilangkan IF dan meletakkan WERE sebelum subject.

Example
1.    were She here, I would tell her that I love her. (she isn't here, so I don't tell her)
2.    Were you at my home now, she would visit us. (you aren't at my home, so she doesn't visit us).

Conditional Sentenqce Type III (Unfulfilled Condition)
In a Type 3 conditional sentence, the tense in the 'if' clause is the past perfect, and the tense in the main clause is the perfect conditional or the perfect continuous conditional.

FUNCTION
The type 3 conditional refers to an impossible condition in the past and its probable result in the past. These sentences are truly hypothetical and unreal, because it is now too late for the condition or its result to exist. There is always some implication of regret with type 3 conditional sentences. The reality is the opposite of, or contrary to, what the sentence expresses. In type 3 conditional sentences, the time is the past and the situation ishypothetical.

 Example :
If I had worked harder, I would have passed my exam